Singgah untuk sejenak. Mencari, menapaki kediamanmu semasa itu. Aku bergumam, bukan hanya saja mimpi yang berkecamuk di benak. Lentera malam membasahi wajah gersang.
Gustikah kamu ? Bukan. Ia bukan Gusti. Hanya menyerupai saja. Mengapa kamu ada disini. Mengapa pula terdiam? Jika memang bukan Gusti lebih baik pergi dari sini. Sebab aku hanya inginkan Gusti.
Sekejap saja lentera malam membawanya pergi. Dalam bayangan aku tak sempat memapah langkahnya. Sedemikian aku mengerti bahwa memang benar ia adalah Gusti. Dulu kau pergi. Kau yang meninggalkan aku. Bertahun aku selalu mencarimu, menanti kedatanganmu kembali. Kini dalam bertahun sudah terbiasa kesendirianku tanpa dirimu.
Lelap. Dalam sepertiga malam aku terjaga. Bayangmu menghentakkan mimpiku. tak ayal helaan nafasku menjadi tersengal. Gusti kau dimana...? Gumamku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar