window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'UA-189082879-1'); TULISANKU

Jumat, 10 Desember 2021

ANTOLOGI PUISIKU#1

DARI HATI UNTUK HATI
"Sesedih apapun dirimu, sempatkanlah untuk tersenyum"
  • PUISI BEBAS ROMAN

 Foto by : Galeri Pribadi


 
LAUN,,, [tentang hati]
 
Laun,,,rasa itu hilang
Seiring terbenamnya mentari di kala senja
Laun,,,sayang itu hambar,tak terasa lagi
Laun,,,cinta itu pergi bersama kenangan

Laun,,,,ingin ini datang...
Seperti dulu ketika kita dekat
Laun,,,rindu ini pun melekat,
Ingin memelukmu walau tak dapat

Laun,,,hujan pun datang,
Membasahi wajah yang pucat
Laun,,,dinginpun merasuk
Tubuh yang kuyup
Laun,,,entah dimana aku ini
Laun,,,aku seperti mati
Tak tau tujuan pasti
Laun dan laun...

*
Papafrenk. Rabu 041219 (22:44wib)pademangan.
 
DAN BILA
 
Dan bila Tuhan meminta
kita untuk berjumpa lagi, 
jumpalah dengan hati.
Itu yang ku inginkan darimu. 
Senantiasa kau mendengar,  
Janji hati yang sempat terucap. 
*
Papafrenk
erickdesta.blogspot.com
 
 
 
PERTAMA MELIHATMU
 
Aku lelaki normal yang tahu bahagia.
Sebatas impianku memiliki teman hidup yang baik.
Saling memcintai itu yang ku harapkan.
Sungguh ku merindukan hal itu.

Dug ! Berdetak kencang rasanya jantungku.
Saat kali pertama melihatmu.
Sungguh ini yang ku cari,
Apa mungkin ini jawaban dari inginku ?

Sulit rasanya ku ungkapkan
Kegembiraan yang ku dapat
Asaku melayang ketika pertama melihatmu,
Sungguh kau wanita pujaanku,
Kau impian sejatiku,
Kau harapan masa depanku,
Kau cantik, sungguh aku terpesona.
*
Papafrenk. Pademangan, 4 februari 2020

 
 
SECERCA HARAPAN
 
Dan jika air mata yang kau linangkan itu bisa membuat bahagia.
Lakukanlah !

Aku tak 'kan halangi perasaanmu.
Mungkin itu hobby-mu.
Atau kau hanya ingin membuat alasan.

Curahkan saja isi hatimu.
Sisihkan janjimu,
Ledakan semua katamu.
Biar nanti penyesalan yang akan menjawab semua perlakuanmu.

Silahkan kau berlalu.
Aku tak bersedih, sekalipun tak bahagia.
Aku tak menyesal pernah kenal dirimu.

Jangan kau ingat lagi janji setia.
Yang dulu pernah kita ikrarkan.
Aku hanya sepenggal harapan yang pernah singgah, lalu kau campakan.

Bergegaslah pergi.
Agar aku tak merasakan kehilangan.
Sekejap aku tegar.
Dan saatnya nanti, aku yakin akan ada secercah asa untuk diriku.

Percayalah.
Hatiku tabah meskipun harus berdarah.
*
27 des 2019, (20;18) papafrenk

 
 
BERSAMA MALAM
 
Bersama malam aku terdiam
Di tengah sepi dan kelam
Ada butiran rindu yang tertahan
Tak kuasa saat mengenang

Kau yang berlalu
laksana sembilu
Seperti tak ingat masa lalu

Bintang saja masih bersinar
Walau gelap di sekitar
Tetap setia memberi kabar
Meskipun hanya sekedar

*
Pademangan, 181219(21;46) papafrenk




 
 
 



 

Kamis, 22 Juli 2021

ANTOLOGI PUISIKU#2

MENGGAPAI BAYANGMU

  • PUISI BEBAS ROMAN

menggapai bayangmu puisi cinta
.   Foto by : pixabay    
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 BAYANG SEMU
 
 
Aku adalah bayang semu dikala hujan 
Pekat malam menjelma dalam peraduan
Aku bukanlah dia diatas segala rupa
Hanyalah hamba sahaja yang hina

Lihatlah disana, bening air mengalir
Laksana sungai tanpa tepian
Puing puing kesedihan bukan impian
Di gurun aku mencari teduhan
Lereng bukit menjadi tumpuan
Langkahku pasrah tanpa tujuan

Syair malam adalah teman dikala duka
Menjelma bak alunan nada
Aku adalah aku, bukan pujangga
Ketika cakrawala menganga kata

Aku kembali dimana dulu aku bercermin
Mencoba meniti bersama mimpi
Imajiku satu dalam ilusi
Tepiskan kegetiran diri

Aku meronta, menikam takdir
Menampar ambisi yang mencibir
Mencaci segala rasa yang hadir
Aku adalah aku, putra musyafir
*
papafrenk,220721

 

 
LEWAT TENGAH MALAM
 
Dan hampir aku terkejut. 
Menapaki kegelapan.
Gulita tak terlihat. 
Hitam... pekat.
Sumbu sumbu asap yang menjadi kabut.
Membuat indreraku terhambat.
Tak terlihat.
 
Oh... aku seperti tenggelam di tengah malam.
Dimana kalian, dimana teman-temanku.
Aku tertunduk lemas. 
Merasakan lelah.
Sebentar ku seka peluh yang mengalir.
Seperti tak ada kehidupan.
Semua diam ! Lengang !
Suara hewan pun tak terdengar.
 
Aku melangkah lagi. 
Mencari jejak kakiku kembali.
Berharap bertemu sang bidadari.
Tersamar dihadapanku engkau merayu.
Mengajakku berlari. 
Pintalah pada sekuntum mawar yang masih mengembang.
Sujudlah syukur padaNya.
Dialah maha segalaNya.
Bukan aku. 
Bukan mereka atau kalian sang penjilat.
*
 Papafrenk, 26012021.0039 

 
 
TENTANG MALAM
 
Kau hitam.
Rupamu gelap.
Kau tak pernah berwarna.

Kau syarat dengan hening.
Penuh kesunyian.
Selalu diam di antara bintang.

Namun di balik itu,
Kau selalu bersahaja.
Banyak insan mengagumi.
Tempat menginspirasi.
Tumpuan pecinta seni.
*
plumpank. Selasa 26 mei 2020 (00;11)
Papafrenk.
 

 
ENGKAU
 
Engkau adalah engkau.
Bukan aku.
Juga bukan dia.

Engkau adalah kepekatan malam.
Yang hitam.
Yang kelam.

Engkau adalah kepasrahan.
Kemalangan.
Ketiadaan.

Engkau adalah penyesalan.
Yang pahit.
Yang terhimpit dosa yang pernah kau buat.

Engkau adalah bumi yang menangis.
Terseret angin malam.
Mendesir. Menggigil.

Engkau adalah janji,
yang ingkar.
Yang tak tertepati.

Engkau adalah bait yang hilang.
Dan tertinggal.

Engkau adalah awal.
Yang akhir.
*
Papafrenk, Pademangan,17 juni 2020(21;44)
 
 
  
JINGGAKU
 
Di antara senja yg sering terlewati.
Aku masih merindukanmu, 
Kehadiran jinggamu indah di ujung temaram.
Siluet wajah bangir tersenyum di atas langit sore. 
Guratan tinta sang Ilahi.  
Mengajakku menatap dalam makna yg tersirat.
Itukah ?
Benarkah ?
 
Belalakan dua bola mata tak kunjung kedip.
Bawa aku kesana...
Antarkan aku menemuinya.
Biar ku jemput cinta itu.
Luluh,,, 
Sejenak perlahan langit itu menghitamkan jingga.
Menjadi gelap dan hilang.
Berarak tebal berlari dari angin yang datang. 
Tersapu, terhampar hingga lusuh tak terbentuk.
Terdiam,,,
Tertunduk lesu menutupi wajah dengan jemari tangan.
Disana angin masih memutar.
Merotasi jingga di senja yang  terkatung.
Hingga terbentuk wajah malam sempurna
Di dampingi rembulan yang tersenyum indah.
Engkaulah sang Halik.
Maha raja dunia.
Jinggaku telah Kau sempurnakan.
Terimakasih. 
 *
Papafrenk 1-08-20 (08;03) pademangan. 
 
 

Sabtu, 15 Mei 2021

CONTOH PUISI PROSAIS

PUISI PROSAIS



Puisi Prosais adalah sebuah puisi yang tidak ditulis dalam bentuk format larik atau baris, akan tetapi lebih menggunakan paragraf. Puisi prosais berasal dari kata prosa yang berarti karangan bebas.

Berikut ini akan saya sampaikan beberapa contoh puisi dalam bentuk prosais. Puisi prosais tidak memiliki keterikatan aturan dalam banyaknya baris.


contoh puisi prosais
Foto by : Pixabay



        _MASIH TERSERAH AYUMU_
          Oleh : Papafrenk

Aku bersandar pada tepian hati yang sepi.
Mendekap kesedihan dalam diri.
Dimana luka baru saja kau tebarkan.
Luluh,,, senantiasa tak bernyawa.
Bersimbah di segala belulang.
Jiwaku mengutuk asa yang tak pernah sampai.

Masih terserah ayumu.
Yang selalu menjadi palang dalam tidurku.
Aku meminta pada malam agar ia tak meninggalkan ku saat menangis.
Niscaya kau pergi, pasti ada duka yang kau bawa.

Sebab,,,
Luka kemarin lalu masih belum kering.
Kini kau siram kembali.
Semakin terkikis rongga palung.
Doaku pada bintang tetaplah bersinar.
Terangi hati dalam kilaumu.
Tujuh purnama berlalu.
Meski tak ada tambatan hati.
Tetap hati ini masih menyimpan cintamu.
                      ***


          _SETELAH HUJAN_
            Oleh : Papafrenk

Setelah hujan semua diam membisu.
Tak ada lagi suara gemericik air.
Senyap, semakin dingin.
Bunyi lantang hewan malam begitu jelas.
Asap tebal mulai menyelimuti bumi.
Desir angin membawa halusinasi.
Alam seperti mati.

Ada tangis mengintai sisa kemarin di waktu hujan.
Wajah pasi menyimpan  sedih.
Kantuk mata menawarkan pasrah.
Jiwa ingin diam.
Ragalah menyeringai.
Sakit tak tertahan.
Terbenam larut di ujung malam.

Ingin meronta, hati merasa terpisah.
Jua indah di kala senja mulai berlari.
Meniti luka, terinjak kepiluan.
Menabur gurau tak terpukau.
Sudah berakhir gundah ku sarang.
Meletih terkurai tak pelak harapan.
                  ***
 

             _LAMUNANKU_
               Oleh: Papafrenk

Lalu di antara gelapnya malam ada yang mengganggu lamunanku.
Ya, wajahmu hadir bersama senyum yang dulu lalu.
Menyapa dalam separuh kehangatan yang kau beri.
Aku tak meminta padamu untuk lakukan.
Semilir angin saja sudah cukup bagiku untuk mewakili kehadiranmu.
Tak perlu lagi kau bersahaja laksana lagu.

Aku masih menyambangi putik putik bunga  di tepian telaga.
Mengajaknya bercanda seperti padamu.
Membias hitam cakrawala tanpa bayangan diri.
Dimana kabut jatuh mengelilingi dinding hati.

Di antaranya adalah dirimu yang semula datang.
Bagai srikandi tanpa aksara dalam daunan.
Punah rongga kehidupan Tergenang embun.
Kali ini jangan lagi kau titipkan madu  di antara rembulan.
Kecap rasaku telah sirna oleh pinangan.
                   ***

Nah, Literasi,,, mungkin itu beberapa contoh puisi prosais. Di kutip dari beberapa sumber pribadi si pengarang. Untuk selanjutnya nanti akan saya hadirkan puisi puisi dalam bentuk dan jenis lainnya. So...simak terus biar ga ketinggalan ya...


Selasa, 04 Agustus 2020

ANTOLOGI PUISIKU#3

SEMBILU [rindu itu]

  •  PUISI BEBAS ROMAN

SEMBILU RINDU ITU
Foto by : Pixabay


 

 

 

 

 

 

LELAH DENGANMU

Semakin hari semakin suram saja rasanya denganmu.
Tiap saat  beradu padu.
Tiada damai seperti dulu.
Kemesraan hilang berganti sembilu.
Aku merana melihat kau diam.
Membisukan kata.
Menatappun tidak.
Sungguh aneh benar kurasakan.

Entah apa dan kenapa dirimu.
Sulit kutemukan senyum dari bibirmu.
Lelah diriku seperti ini.
Serasa terkucil diperaduan.

Aku laki-laki yang seharusnya menjadi imam.
Tapi mengapa engkau membalikkan semua.
Kau anggap aku tak berguna.
Dimatamu aku rendah dan hina.
Kau berkhikmad, bahwa kaulah yang selalu benar.
Aku yang salah.
Bersamamu aku lelah.
Disampingmu aku kalah.

Kini, hari -hari yang kulalui tanpa rasa.
Meski engkau ada.
Malam yang dulu syahdu.
Kini haru...
Aku kehilangan kendali.
Sulit untuk kembali.
Kau semakin tak perduli.
Apalagi di gauli.
Aku lelah denganmu.
*         
Tanjung priok, 30-09-2020.
22;18 wib. Papafrenk
( erickdesta.blogspot.com)

 
 
HAMPA

Sepintas,
kau mirip langit sore yang baru saja hujan.
Adem, meresap di hati. 
Dan sendu.
Sunyi..tak berpenghuni.
Bola matamu binar. 
Memancar tak bermakna.
Tatapanmu hampa.

Langit kembali biru.
Wajahmu haru.
Mendung datang menderu.
Meraung tubuh membisu.
Kau nampak lelah dan lesu.
*
September,05,2020.papafrenk
 
 
TERTATIH 

Mengunjungimu yang tak pernah ku jumpai sebelumnya.
Sebab tak ada musabab kunjunganku tak pernah sampai.
Tertatih menelusuri lembah dan bukit sedikit terjal.
Sulit, lirih kaki terjungkal.

Atap langit yang sebagian biru.
Sinar terang mengencang.
Peluhku mengalir bak sungai kecil yang deras airnya.
Berjalan lagi sampai di ujung rambutmu.
Terjal yang kian curam mengajakku tertatih.
*
papafrenk, lebaran kedua 2020 (1441H)
 
 
JODOH
 
Kalau memang sudah jodoh
Kau tak perlu risau lagi
Biarlah berjalan seiring waktu
Tatap saja ke depan

Toh nanti kita akan menemukan asa
Persiapkan saja hari-hari kita
Menyongsong masai indah
Kelak kebahagian pasti terlihat

Wahai kekasih,
Aku bahagia bisa mencintaimu
Serasa berguna hidupku ini
Terimakasih sayang, engkau telah memberi waktu untukku.
*
Ancol,111219(07;22) papafrenk.

 
 
RINDU ITU SELALU KUNANTI
 
Mari berkhidmat.
Tentang rindu yang melanda.
Menjuntai awak angin di dedaunan.
Melambai pasrah.
Mencari jejak saat senyap.

Derai tetesan air dari payau.
Tak terhitung lagi.
Berapa jumlahnya.
Mungkin sejauh mata memandang.

Aku bak musyafir.
Menanti rindu tiba di pematang.
Adakala dunia terhimpit.
Oleh rindu berkalang penantian.

Camkan wahai sahabat.
Rindu yang kita punya.
Bukan sekedar bertanya.
Hilir ke hulu tujuan melangkah.
Mencari jejak seorang perindu.
Pergi dan datang tanpa arah.
Walau selalu menanti.
Titian hati yang sadar hakiki.

Ingat wahai sahabat ! 
Rindu itu selalu ku nanti.
*  
Pademangan, 30 juli 20. 
Papafrenk 22;31 wib
 

 
 
 
 

Sabtu, 11 Januari 2020

ANTOLOGI PUISIKU#4

PUISI ALUNAN JIWA

  • PUISI BEBAS ROMAN
     
puisi jiwaku
 
BERSAYAP

Bersayap tapi tak terbang
Imajiku menatap langit malam
Awan semakin hitam
Bintang bersembunyi
Bulan tiada berseri

Hujan rintik lagi
Sementara diri tanpa busana
Kembali ke alam luar
Semakin sunyi
Semakin sepi

Dingin kian melekat
Tak kuasa menahan

Laun ku tertegun
Sengaja hujan  di dalam derasmu.
*

HUJAN

Hujan pernah membuat aku kedinginan,
Di saat airnya jatuh membasahi bumi,
Dedaunan pun menggigil, tersapu angin

Hujan banyak menyimpan cerita,
Tentang kau dan aku,
Tentang dinginnya malam,
Tentang kau yang berlalu,

Hujan kini sama seperti dulu,
Sunyi dan dingin...
Hujan kini aku sendiri,
Di tengah derasnya airmu,

Hujan kini menjadi kenangan

Yang tak akan pernah ku lupakan
Hujan...I LOVE U
*  
Papafrenk, Pademangan. 22:42 wib,jum'at 29/11/01

 PUISI PENDEK 

Hujan adalah anugrah
Hujan adalah persembahan
Hujan adalah KAU.
 *
121219,11;09wib papafrenk

 
ENTAH MENGAPA
 
Menatap pagi di kejauhan alam,
Sejauh mata memandang
Hampa yang ku rasakan
Hambar di kelopak mata

Tak ada keindahan di pagi ini
Semua hening seperti hatiku
Manakala ketika aku turun dari peraduan
Menyinggahi lobby apartemen

Burung saja tidak berkicau
Mataharipun redup
Embun yang biasanya menjadi saksi pagi
Pun ikut menghilang
Entah mengapa ?
*
Ancol 061219(08;29) papafrenk
 
 
OH,,,
 
Saat aku terjaga,
Ternyata sudah terang
Matahari menyilaukan wajahku
Dari balik jendela

Aku bangkit sejenak tertegun
Sekejap aku teringat
Apa yang telah terjadi semalam

Oh Tuhan...
Apa yang  aku lakukan ?
Sebodoh itukah aku ?
*
Ancol,081219(11;15) papafrenk